Buku yang belum dibaca

Mari kita mendatangkan seorang antischolar, seseorang yang berfokus pada buku-buku yang belum terbaca, dan yang berupaya untuk memperlakukan pengetahuan bukan sebagai harta karun, atau bahkan sebagai hak milik, atau bahkan sesuatu yang meningkatkan harga diri. Jadilah seorang peneliti yang skeptis.
― Nassim Nicholas Taleb

Itu adalah sepenggal kutipan dari buku The Black Swan yang banyak mencuci otakku belakangan ini. Oh ya, belakangan ini juga ada suatu kejadian. Terjadi perdebatan yang tidak sengit antara A dan B (karena A lebih banyak diam). A menggunakan fakta/data, dan B berpegang pada asumsi yang menyatakan bahwa fakta A adalah keliru. A adalah seorang junior, B adalah seorang senior dan pakar di bidangnya.

Aku tau banget menyebalkan rasanya bagi A untuk memeriksa kembali sebuah fakta (yang mungkin sudah diperiksanya berulang kali) hanya karena berbeda dengan asumsi sang pakar. Ternyata semakin pakar seseorang bisa menjadikannya susah berpisah dengan asumsi atau hipotesis atau some-shit-whatever yang berbeda dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. Bukannya aku meremehkan pengalaman itu, atau pengetahuan yang sudah diperoleh, tapi ketidaksadaran akan sesuatu bisa terjadi di luar kebiasaan itu tetap aja salah, kan?

Ini juga pelajaran buat diri aku sendiri (yang bukan pakar). Jangan membuat suatu penilaian, asumsi atau teori terhadap sesuatu, kemudian tidak mau berubah pikiran terhadapnya. Ngomong-ngomong tentang penilaian, aku juga sering membuat asumsi-asumsi terkait hal yang membuatku bertanya-tanya. Contoh sederhananya tentang alasan mengapa temanku tidak membalas pesan, atau mengapa temanku menelepon tepat di saat aku memikirkannya. Untuk yang pertama, biasanya ketika aku sudah tau jawabannya, aku kemudian membuat keterkaitan antara jawaban sebenarnya dengan asumsiku. Aku selalu punya narasi keterkaitannya. Untuk hal yang kedua, biasanya aku mengaitkan dengan kekuatan supranatural, merasa memiliki indera ke-enam, hahahaha.

Kembali ke kutipan tadi, mungkin kita memang terlalu sombong dengan ilmu-ilmu yang kita miliki, dan melupakan ilmu-ilmu yang belum kita tahu. Kita merasa tahu lebih banyak daripada yang sebenarnya kita tahu. Kita juga ahli dalam mengaitkan kejadian-kejadian yang belum tentu berkaitan. Tetap fokus pada buku-buku yang belum kita baca ketimbang yang sudah, akan menjadikan kita tidak buta dalam melihat dunia yang dinamis. Dunia yang tidak sebatas dengan yang ada di dalam pikiran kita. Jangan terlalu cepat membuat penilaian.